Membuat sebuah buku terlebih dulu kita harus membuat dan menentukan kerangka atau outline naskah buku yang akan dibuat, sehingga buku tersebut dapat tersusun sesuai target dan memberikan kepada penulis dalam meninjau buku yang akan ditulisnya. Pada dasarnya buku disusun dengan beberapa tahapan, terkecuali buku antologi.
Seorang pendiri institutpenulis.id yakni Bambang Trim mengemukakan beberapa jenis tahapan dalam penyusunan buku, yang terbagi ke dalam 4 jenis tahapan penyusunan buku, sebagai berikut :
1. Umum-Khusus
urutan penyajian yang menyajikan hal-hal umum, lalu di detailkan dengan hal-hal khusus.
2. Khusus-Umum
urutan penyajian yang menyajikan hal-hal khusus lebih dulu, lalu disimpulkan secara umum.
3. Kronologis
urutan penyajian yang menampilkan linimasa dari waktu ke waktu, biasa digunakan dalam buku sejarah atau biografi/ autobiografi.
4. Spasial
urutan penyajian yang menampilkan urutan ruang, biasa digunakan dalam buku-buku arsitektur.
Trim juga memberikan 4 klasifikasi pola kerangka atau outline berdasarkan buku-buku yang banyak beredar di pasaran, sebagai berikut :
1. Tahapan
a. Bab disusun berdasarkan penahapan
b. Mengandung satu alur proses pemikiran atau metode
2. Butiran
a. Bab disusun lepas-lepas dan tulisan-tulisan pendek (artikel, feature dan esai)
b. Menghimpun tulisan dari satu topik
3. Campuran
a. Bab ditahapkan lalu dijelaskan secara butiran
b. Menghimpun tulisan dalam satu topik
4. Tanya-Jawab
a. Bab terdiri atas pertanyaan dan jawaban
b. Tanya-jawab pada satu topik spesifik
Pola kerangka atau outline naskah buku yang ditulis merupakan interpretasi dari pemikiran maupun gagasan penulis terhadap buku yang akan disusunnya.
Referensi
Trim, Bambang. 2016. Menulis Pedia: Panduan menulis untuk mereka yang insaf menulis. Bandung: Nuansa Cendekia
San zi jing disebut juga dengan kitab tiga kata. Dalam Bahasa Inggris diartikan Three character classic. San zi jing diartikan setiap tiga kata. Merupakan sebuah hapalan wajib bagi anak-anak pada zaman dulu di negara Tiongkok. Isi dari san zi jing diantaranya adalah tentang moral dan karakter.
(1)
⭐人之初→人类开始诞生在这个世界上的时候。
Pada saat manusia dilahirkan pertamakali di dunia ini.
性本善→ 每个人的本质性情都好的
Sifat dasar setiap manusia adalah baik.
性相近→ 这时候大家的本性都很相近。
(Pada saat ini) semua sifat manusia tidak berbeda jauh.
习相远→等到长大以后,所学不同,各人的习惯渐渐改变,好歹就相差很远了。
Setelah dewasa, yang dipelajari berbeda, kebiasaan masing-masing perlahan-lahan berubah, jarak antara sifat baik dan buruk pun menjadi semakin melebar.
⭐苟不教→ 如果不好好的去教育和开导。
Jika tidak diberikan didikan dan bimbingan yang baik.
性乃迁→他的性格就会变坏了。
Sifatnya akan menjadi Jahat/buruk.
教之道 →教导的方法和道理。
Cara dan Logika mengajar.
贵以专→最贵重的方法就是要专心一致地去教育孩子。
Cara yang paling utama adalah fokus dalam mendidik anak.
⭐昔孟母→古代(战国时)孟轲(孟子)的母亲。
Zaman dulu periode zan guo (The Warring State Period 475-221 BC) , Ibunda dari Meng ke (lebih dikenal dengan Meng zi).
择邻处→为了教育培养孟子成人,选择好邻居(好的环境)。
Demi memberikan didikan yang baik kepada meng zi , (rela berpindah pindah tempat) untuk mendapatkan lingkungan belajar yang baik.
子不学→有一次因为孟子懒惰不肯上学。
Pernah suatu kali, karena Meng zi malas dan tidak mau sekolah.
Ibunda Meng zi segera mengambil gunting dan memotong kain, dan berkata kepada Meng zi : Jika kamu tidak berupaya untuk berkembang, maka kamu seperti kain yang di atas mesin jahit ini. Meng zi mengerti jerih payah ibunda dan Segera giat belajar.
(2)
an zi jing berisikan banyak pengetahuan yang bagus dibaca dan dipelajari oleh anak-anak maupun dewasa. Karena konten nya banyak, maka tidak bisa ditulis dalam satu artikel. 窦燕山⇒幽州人窦禹坳,因为幽州是在燕国的地界,所以人叫他燕山。
Orang distrik You (you zhou) bernama Dou yu ao , karena
distrik you berada di wilayah negara Yan, maka orang-orang memanggilnya Yan
shan.
有义方⇒他教导儿子很严格都是有道理有规则的,真是所谓教子有方。
Dia(Dou yu ao) sangat tegas dalam mendidik anak, ajarannya
logis dan beraturan. Sungguh seorang yang sangat terampil dalam mendidik anak.
教五子⇒窦燕山教导五个儿子:窦仪,窦俨,窦偁,窦僖,窦侃。
Dou Yan Shan mendidik kelima anaknya : Dou yi , Dou yan ,
Dou cheng , Dou xi , Dou kan.
名俱扬⇒因为他能够好好地管教,后来他的每个儿子都做大官而能显亲扬名。
Karena dia mampu mendidik dengan baik, akhirnya semua
anaknya menjadi pejabat tinggi negara dan membuat kedua orangtuanya(Dou Yan
Shan dan istri) menjadi terkenal.
养不教⇒如果做父亲的,单单养了儿子而不施加教训指导。
Jika menjadi seorang Ayah, Hanyalah membesarkan anak tanpa
memberikan ajaran dan bimbingan.
父之过⇒那就是做父亲的过错。
Maka itu adalah kesalahan seorang Ayah.
教不严 ⇒训导学生的教法,如果太宽松不严格学生功课。
Cara mendidik siswa, jika terlalu kendor dan tidak tegas
dalam memberikan tugas kepada siswa.
师之惰⇒这就是做老师的怠惰不对了。
Maka ini adalah kemalasan dan tindakan yang salah dari
seorang guru.
子不学⇒倘若父亲有送儿女去求学,做老师的十分严厉的教导,而做了弟子的不肯勤学。
Jika seorang Ayah ada menyekolahkan anak, guru tegas dalam
mengajar, namun siswa tidak mau giat belajar.
非所宜⇒那就是太不应该了。
Itu sangatlah tidak pantas.
幼不学⇒因为年幼的时候不肯发奋学习求进步。
Karena saat muda tidak mau semangat belajar dan berkembang.
老何为⇒等将来年纪老大了,还有什么作为呢?
Tunggu usia sudah lanjut, mau jadi apa? ❤️Pesan yang ingin disampaikan adalah :
⚡Sebagai orangtua : Mengajar dan mendidik anak harus dengan cara yang tepat.
⚡Sebagai seorang guru : Mengajar siswa tidak boleh terlalu santai dan asal-asalan, sehingga menyia-nyiakan waktu dan masa depan siswa.
⚡Sebagai anak : orangtua sudah memberikan ruang belajar bagi mu melalui sekolah atau tempat belajar non formal dan guru sudah mempersiapkan pelajaran yang terbaik untukmu. Maka belajarlah dengan baik
Manusia sejatinya terbentuk dari dua dimensi yang terdiri dari jasmani dan rohani atau fisiologi dan psikologi, selanjutnya dikategorikan menjadi dua bagian, yakni manusia atau non-manusia (baca: dimensi hewani). Dimensi hewani inilah yang menjadi celah atau faktor yang timbul dalam diri manusia yang bersifat negatif, hal terbut bisa dimanifestasikan dengan perangai atau emosi.
Setiap individu memiliki pola kehidupan atau kebiasaan, sangat sulit untuk merubah kebiasaan. Jika pun dapat merubah kebiasaan, maka memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk merubah kebiasaan tersebut. Begitu halnya dengan orang tua maupun orang dewasa yang kerap geram dengan perilaku atau kebiasaan anak. Tentu saja semua anak pada dasarnya memiliki dasar yang baik, hanya saja ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak berperangai buruk, karena itu penting bagi orang tua maupun orang dewsa mengetahui faktor penyebab anak berperangai buruk.
Ibrahim, seorang ulama dan ahli pendidikan anak (dalam Chatib) mengungkapkan 7 Sumber Perangai Buruk, sebagai berikut :
1. Melupakan Tuhan
Hal yang tak asing ketika manusia ditimpa kesulitan ia akan kembali kepada Tuhannya, namun ketika kesulitan itu sirna maka ia lupa dengan Tuhannya.
Ini merupakah salah satu perilaku yang buruk, ketika seseorang memeperoleh yang ia harapkan maka ia gembira. Sebaliknya saat nikmat hilang dan sesuatu itu tidak tercapai orang tersebut berputus asa.
4. Kikir dan Berkeluh Kesah
Kata lain kikir adalah bakhil atau pelit, orang yang terlalu mencintai harta sehingga tidak mau bersedekah atau berbagi.
5. Melampaui Batas
Ini merupakan salah satu hal yang buruk, seseorang yang diberi rizeki oleh Tuhan baik harta, ilmu, kesehatan maupun kesempatan akan berujung pada dua hal: bersyukur atau merasa belum cukup hingga melampaui batas.
6. Tergesa-gesa
Sikap tergesa-gesa merupakan cerminan seseorang yang kurang berpikir dan kurang hati-hati sehingga hilang kemantapan dan dan ketenangan dari kesabarannya. Sikap tergesa-gesa ini mendatangkan keburukan.
7. Suka Membantah
Manusia cenderung memiliki kebiasaan suka membantah pada dasarnya, sifat ini menjadi salah satu penyebab perangai buruk.
7 Sumber Perangai Buruk Penyebab Anak Berperilaku Buruk ini menjadi landasan untuk orang tua melakukan pencegahan dalam mendidik anak, jikapun anak memiliki salah satu perangai buruk tersebut maka orang tua selaku orang dewasa segera memperbaikinya, karena sifat buruk yang dimunculkan oleh anak bisa jadi berasal dari 7 faktor penyebab dominan di atas.
Referensi
Chatib, Munif. 2012. Orang Tuanya Manusia: melejitkan potensi dan kecerdasan dengan menghargai fitrah seorang anak. Bandung: Kaifa Sumber Gambar https://www.suarabekasi.id/agar-anak-tidak-berperilaku-buruk/
Setiap anak atau individu memiliki gaya belajar tersendiri yang berbeda dengan yang lainnya sesuai dengan bakat dan minatnya. Serupa dengan pernyataan Howard Gardner bahwa setiap individu memiliki kecerdasan yang berbeda-beda, sehingga sewajarnya orang tua tidak memaksakan kehendaknya dengan mengatur anak seperti robot. Bagaimana pun setiap anak memiliki, cara, bakat dan pilihan sendiri, tugas sebagai orang tua maupun orang yang lebih dewasa adalah mengarahkan dan membimbingnya.
Berikut ini macam-macam gaya belajar anak yang harus diketahui dan dikenali menurut Chatib dalam bukunya Orang Tuanya Manusia :
1. Gaya belajar anak dengan kecenderungan linguistik
a. bisa belajar dengan cara mengenal huruf, kata dan kalimat
b. membaca
c. menulis
d. bercerita
e. melaporkan sesuatu yang menarik
f. berbicara di dengan umum
g. merekam dengan media audio
h. mendengar
i. menghafal
j. bertanya
k. berdebat
2. Gaya belajar anak dengan kecenderungan kecerdasan intrapersonal
a. memahami dengan mengekspresikan diri
b. belajar sendiri
c. menghubungkan materi dengan kehidupan pribadi
d. kegiatan individual
3. Gaya belajar anak dengan kecenderungan kecerdasan naturalis
a. aplikasi dengan binatang atau tanaman sebagai praktik belajar langsung
b. belajar di alam terbuka
c. menghubungkan fenomena alam dengan materi belajar
d. menyukai gejala alam
4. Gaya belajar anak dengan kecenderungan musik
a. belajar dengan menggunakan alat musik
b. menghubungkan musik dengan konsep tertentu
c. menggunakan lagu dalam memahami konsep
d. belajar dengan ditemani musik
5. Gaya belajar anak dengan kecenderungan kecerdasan matematis-logis
a. belajar dengan angka-angka
b. belajar dengan menggunakan komputer
c. belajar dengan membuat hipotesis atau perkiraan terlebih dahulu
d. belajar melalui kasus dan berusaha mencari jalan keluar
6. Gaya belajar anak dengan kecenderungan kecerdasan spasial-visual
a. belajar dengan gambar
b. belajar dengan proses membayangkan
c. belajar dengan indikator warna
d. belajar dengan metafora gambar
e. belajar dengan berkunjung ke museum
7. Gaya belajar anak dengan kecenderungan kinestesis
a. belajar dengan aktivitas
b. belajar dengan sosio-drama
c. belajar dengan membuat kerajinan tangan
d. belajar dengan aplikasi langsung
8. Gaya belajar dengan kecenderungan kecerdasan interpersonal
a. belajar dengan kerja kelompok
b. belajar dengan simulasi
c. belajar dengan mengadakan sebuah kegiatan
Demikian 8 macam-macam gaya belajar anak yang harus diketahui, sampai hari ini masih banyak orang tua maupun orang dewasa yang memaksakan kehendaknya untuk mengatur anaknya (baca: kurang baik) karena akan membatasi kreativitas anak dan perkembangan intelektualnya. Tidak dipungkiri banyak juga yang dengan mudah melakukan judge ketika seseorang atau anak tidak bisa melakukan "B" tetapi di sisi lain ia sangat terampil di bidang "E" misalnya.
Hal itu menjadi penting bagi orang tua maupun orang dewasa untuk mengenali berbagai macam gaya belajar anak agar dapat mendampingi lebih optimal dalam mengarahkan dan sebagainya yang membantu perkembangan atau usaha anak mewujudkan cita-cita atau keinginannya.
Referensi
Chatib, Munif. 2012. Orang Tuanya Manusia: melejitkan potensi dan kecerdasan dengan menghargai fitrah seorang anak. Bandung: Kaifa Sumber Gambar https://www.wawasanpendidikan.com/2014/09/Macam-macam-Gaya-Belajar-dan-Ciri-Cirinya.html
Masih hangat diperbincangkan tentang kejadian yang
belum lama ini terjadi mengenai radikalisme, hal yang membuat semakin miris
radikalisme tersebut dilakukan melalui keluarga dan remaja yang sedang
menuntut ilmu di perguruan tinggi dijadikan sebagai medium radikalisme.
Berbagai respon ngeri dimunculkan oleh berbagai kalangan terutama keluarga yang
khawatir akan putera-puterinya.
Saat ini seluruh media terus menayangkan proses dan
tindak lanjut atas terjadinya radikalisme yang belum lama ini terjadi. Berbagai
lembaga, institusi, pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat mengecam dan
menolak tindakan radikalisme. Kejadian ini tentu saja menjadi tamparan keras
dan kekhawatiran yang sangat besar bagi Ayah dan Ibu terhadap anak-anak.
Faktor-faktor
yang memicu Radikalisme dan Intoleransi
Banyak sekali faktor-faktor yang dapat memicu
radikalisme dan intoleransi, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor eksternal
dimulai dari lingkungan sekitar anak, dapat di sekolah, teman bermain, teman
les, ataupun media komunikasi dan internet. Usia anak adalah saat-saat yang
rentan untuk dapat dengan mudah terpengaruh, terlebih lagi diusianya akan lebih
mudah percaya terutama kepada teman-temannya daripada orang tua. Tidak sedikit
anak-anak yang lebih mempercayai teman-teman daripada orang tuanya, hal itu
memang wajar karena merupakan bagian fase dalam perkembangannya.
Namun, lebih baik lagi jika Ayah dan Ibu dapat
bersikap proaktif dan memposisikan diri tidak hanya sebatas anak dan orang tua,
tetapi sebagai teman, sahabat atau teman sharing
sehingga anak memiliki keterbukaan yang lebih besar kepada Ayah dan Ibu. Sikap
ini penting karena dapat mengambil hati atau membuat anak lebih mempercayai
orang tua. Dengan sikap keterbukaan anak yang penuh, Ayah dan Ibu pun akan
lebih mudah mengetahui dan mengontrol anak.
Media
Komunikasi dan Internet dapat sangat cepat mendoktrin anak
Media komunikasi dan internet merupakan medium yang
dapat sangat cepat memberikan pengaruh kepada anak, doktrin-doktrin dapat
dengan mudah disebarkan melalui media sosial, meme, video singkat ataupun status-status dan pemberitaan yang
dapat mencuci otak anak. Melalui media komunikasi dan internet juga anak akan
lebih mudah mendapat ajakan dan tawaran dengan iming-iming atau hadiah
menjanjikan untuknya yang membuat tergiur, dan hal ini sangat berbahaya jika
tidak segera ditindak lanjut. Memberikan kenyamanan dan fasilitas untuk anak
memang sebuah keharusan, tetapi ikut andil dengan mengawasi dan memberikan
arahan seringkali terlupakan oleh Ayah dan Ibu.
Radikalisme sendiri menurut KBBI adalah aliran
yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara
kekerasan atau drastis,
sedangkan Intoleransi dalam KBBI adalah ketiadaan tenggang rasa. Belum lama dan
acapkali terjadi tindakan Radikalisme dan Intoleransi yang mengatas namakan
agama dengan berbagai alasan seperti “jihad” padahal dalam agama sendiri sikap
tersebut sangat dilarang, sehingga banyak sekali pemuka agama yang ikut andil
menerangkan serta mengklarifikasi tindakan Radikalisme dan Intoleransi dengan
mengatas namakan agama adalah perbuatan yang tidak selayaknya dan hal itu
mencoreng agama bahkan menimbulkan perpecahan umat.
Andil
Ayah dan Ibu menyikapi Radikalisme dan Intoleransi
Menyikapi bahaya dan pengaruh Radikalisme dan
Intoleransi terhadap anak-anak yang masih rentan menerima informasi, doktrin
dan pengambilan keputusan, Ayah dan Ibu dapat mengambil andil dalam mendidik
anak-anak dengan menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan yang sesuai dengan
kaidah secara rutin dan berkesinambungan, hal ini disebut juga proses
memengaruhi secara faktor internal yang positif. Sehingga tidak hanya
mengandalkan pendidikan dan arahan dari sekolah saja, sikap dan pencegahan Ayah
serta Ibu yang dilakukan dapat menjadi prinsip yang membekali anak-anak secara
internal.
Dilansir dari sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id
juga memberikan trik untuk orang tua dalam menangkal Radikalisme dan
Intoleransi SARA (Suku, Agama, Ras antar Golongan) pada anak dan remaja yang
dapat menjadi pegangan untuk Ayah dan Ibu dalam mendidik anak, sebagai berikut:
1.Mengizinkan dan membuka topik mengenal SARA dan toleransi
dalam diskusi dalam rumah sehari-hari;
2.Mendidik anak untuk mengenal etika dalam mengungkapkan pendapat dan berkomentar Topik
SARA di media sosial yang berpeluang menimbulkan kesalahpahaman dan
perseteruan;
3.Ekspos pemahaman anak mengenal budaya dan mengunjungi pameran atau event yang bertemakan
budaya sebagai aktivitas keluarga;
4.Bisa diskusi kepada anak mengenal dampak radikalisme
terhadap SARA yang
terjadi di Indonesia, latih anak berpikir kritis dan tekankan penanaman solusi
yang terbaik dalam menghadapi perbedaan pandangan terhadap SARA;
5.Rayakan hari besar budaya dan agama yang dianut selain
mendidik anak bertoleransi, identitas budaya dan agama masing-masing perlu
dihormati dan rasa syukur.
Dalam momen spesial ini anak dapat diajarkan nilai-nilai luhur dari aktivitas
perayaan hari besar agama yang dianutnya. Begitupun anak perlu untuk
menghormati hari besar budaya dan agama lain dapat membuat aktivitas prakarya
kartu ucapan untuk diberikan kepada teman yang sedang merayakan;
6.Take
Action, khusus untuk
usia remaja, anak dapat diberikan kesempatan untuk mengambil peran dalam
implementasi konsep toleransi SARA. Semisal mendesain atau menggambar poster,
menulis artikel opini untuk dikirimkan ke penerbit, mengungkapkan pendapatnya
saat acara keluarga dan lain sebagainya;
7.Menanamkan nilai kebhinekaan kepada anak-anak sebagai
kekuatan bangsa Indonesia di mata dunia. Contohnya memperkenalkan kekayaan budaya di negara
Indonesia, adat istiadat, karakteristik agama yang dianut, busana daerah,
bahasa daerah, rumah adat dan sebagainya. Tekankan landasan Bhineka Tunggal Ika
sebagai media persatuan berbagai budaya dalam membentuk negara Indonesia;
8.Menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari. Orang tua
perlu mengidentifikasi dan memahami nilai-nilai Pancasila dan secara kreatif
mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Delapan poin trik untuk orang tua dalam menangkal
Radikalisme dan Intoleransi SARA (Suku, Agama, Ras antar Golongan) pada anak
dan remaja dapat dijadikan kiat-kiat untuk membantu Ayah dan Ibu dalam mendidik
anak-anak dalam andil terbesar dalam kehidupannya pun sebagai keluarga
(pendidikan pertama dan utama adalah keluarga).
Dalam praktik atau implementasinya tentu saja trik
tersebut dilakukan secara bertahap dan perlu pembiasaan, sehingga terasa
mengalir dan lebih efektif. Ayah dan Ibu dapat mengaplikasikan dengan perlahan
dan bertahap supaya anak tidak terkesan dicekoki, syok culture yang mungkin bisa terjadi. Setelah diaplikasikan secara
bertahap, maka selanjutnya adalah pembiasaan sehingga dapat terus berlangsung
secara berkesinambungan. Baca juga 9 Pilar Pendidikan Karakter
Lebih lanjut lagi andil Ayah dan Ibu dalam mendidik
anak-anak akan memberikan dorongan tersendiri yang membuat anak lebih
berprestasi, selain itu juga dapat menekan berbagai kemungkinan negatif yang
ditimbulkan oleh faktor eksternal, misalnya pergaulan yang bebas. Tidak hanya
dapat menangkal Radikalisme dan Intoleransi, Ayah dan Ibu pun dapat menjadi
wadah bagi anak dalam menyalurkan minatnya sehingga dapat terarahkan dan
terfasilitasi. Selain interaksi di dalam keluarga, Ayah dan Ibu pun dapat
bekerjasama dengan berkomunikasi kepada guru atau pihak sekolah dalam memantau
perkembangan anak.
Pengertian Sajak dalam Bahasa Sunda Sajak nyaéta salah sahiji karya sastra nu mangrupa ébréhan tina sikap, jiwa jeung ékspresi pangarang. Wangun sajak kaasup kana wangun ugeran, tapi disusun sakarep pengarang (dikutip dari brainly.co.id). Contoh Sajak Sunda Sajak Pikeun Bapak Saban isuk saban poe Teu weleh lengkah anjeun terus maju Sanajan tiis angin ngahiliwir, panas panonpoe nu ngagebra Cur cai kesang balas kacape teu dirasa Saban poe anjeun miang Pinuh rasa ikhlas jeung kabungah Ngorbankeun jiwa jeung raga Pikeun kabagjaan kulawarga Bapak, Hampura kuring can bisa jadi kabungah Bapak, Sarupa cahya dina poek na hirup kuring Teu weleh anjeun neuteup dina hate kuring Kesang bapak, du'a jeung pamelang indung Baris nembragkeun cimata Iwal kanyaah jeung du'a Leuwih ti cukup pikeun kuring nyangharepan hirup Tasikmalaya, Mei 2018 Annisa Anita D
Reporter
merupakan salah satu jenis atau jabatan dari kewartawanan, dilansir dari id.Wikipedia.org Reporter bertugas
melakukan peliputan berita (news gathering) di
lapangan dan melaporkannya ke pada publik, baik dalam bentuk tulisan untuk
media cetak atau dalam situs berita di internet,
atau pun secara lisan, bila laporannya disampaikan melalui media elektronik radio atau televisi.
Hasil kerja reporter, baik merupakan naskah tulisan ataupun lisan, umumnya
harus melalui penyuntingan redaktur atau produserberita
sebelum bisa disiarkan kepada publik. Baca juga Menulis Berita dan Teknik Reportase
Wartawan adalah orang yang secara teratur
melaksanakan kegiatan jurnalistik dengan baik dan benar, sedangkan Pers adalah
lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan
jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan
menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan
gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan
media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. Jadi
tugas pokok seorang jurnalis hanyalah menulis menulis dan menulis akan tetapi
didalam melaksanakan tugas sebagai jurnalis selalu menghormati norma-norma dan kode
etik jurnalis dan apabila didalam menjalankan tugas profesinya, bagi siapa saja
yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat
menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling
banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah) ¹.
Berikut ini tugas, pokok dan fungsi wartawan Dalam
buku Blur: How to Know What’s True in the Age of Information Overload
karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel yang dikutip oleh Budlimbad, sebagai
berikut :
1.Authenticator,
yakni konsumen memerlukan wartawan yang bisa memeriksa keautentikan suatu
informasi.
2.Sense
maker yakni menerangkan apakah informasi itu masuk akal
atau tidak.
3.Investigator
yakni wartawan harus terus mengawasi kekuasaan dan membongkar kejahatan.
4.Witness
bearer yakni kejadian-kejadian tertentu harus diteliti dan
dipantau kembali dan dapat bekerja sama dengan reporter warga.
5.Empowerer yakni saling melakukan
pemberdayaan antara wartawan dan warga untuk menghasilkan dialog yang
terus-menerus pada keduanya.
6.Smart
aggregator yakni wartawan cerdas harus berbagi sumber berita
yang bisa diandalkan, laporan-laporan yang mencerahkan, bukan hanya karya
wartawan itu sendiri.
7.Forum organizer yakni
organisasi berita, baik lama dan baru, dapat berfungsi sebagai alun-alun di
mana warga bisa memantau suara dari semua pihak, tak hanya kelompok mereka
sendiri.
8.Role model, yakni tak hanya bagaimana karya
dan bagaimana cara wartawan menghasilkan karya tersebut, namun juga tingkah
laku wartawan masuk dalam ranah publik untuk dijadikan contoh.