Skip to main content

9 Pilar Pendidikan Karakter

Sudah tidak asing lagi semua khalayak mengetahuinya, pendidikan karakter merupakan upaya yang dilakukan untuk membantu perkembangan anak. Pendidikan Karakter kerap digembar-gemborkan hampir ke seluruh lapisan untuk mengaplikasikan nilai-nilai kehidupan sebagaimana mestinya. 



Senada dengan itu Mulyasa (2014) mengungkapkan bahwa pendidikan karakter memiliki makna yang lebih tinggi dari pendidikan moral, karena pendidikan karakter tidak hanya berkaitan dengan masalah benar-salah, tapi bagaimana menanamkan kebiasaan (habit) tentang hal-hal baik dalam kehidupan sehingga anak memiliki kesadaran, dan pemahaman yang tinggi, serta kepedulian dan komitmen untuk menerapkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ada 9 Pilar karakter yang dapat dijadikan sebagai landasan untuk mengaplikasikan pendidikan karakter, menurut Mulyasa sebagai berikut:

1. Cinta Allah dan kebenaran

2. Tanggungjawab, disiplin dan mandiri

3. Amanah

4. Hormat dan santun

5. Kasih sayang, peduli dan kerjasama

6. Percaya diri, kreatif dan pantang menyerah

7. Adil dan berjiwa kepemimpinan

8. Baik dan rendah hati

9. Toleran dan cinta damai





Referensi
Mulyasa. (2014). Manajemen pendidikan karakter, cetakan ke-4. Jakarta: Bumi Aksara

Referensi Gambar
https://www.kajianpustaka.com/2017/12/nilai-tujuan-fungsi-dan-prinsip.html


Comments

Popular posts from this blog

Contoh Mini Paper

Mini Paper struktur penulisannya persis seperti Makalah, hanya saja Mini Paper memiliki ketebalan halaman yang lebih sedikit daripada Makalah. Berikut ini merupakan contoh Mini Paper, silahkan untuk dibaca dan dipelajari. Hindari "Copy Paste" karena itu akan mengakibatkan kemiskinan intelektual dan pembodohan terhadap diri sendiri.
MODEL PEER TEACHING DALAM PENGEMBANGAN  PENDIDIKAN SENI TARI
MINI PAPER diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Seni Tari Dosen: Rosarina Giyartini, M.Pd.



Disusun Oleh Annisa Anita Dewi                1205341
Interes Inggris Semester 6

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS TASIKMALAYA
                                                                   2015  





BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Sehubungan untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah pendidikan seni tari, maka disusunlah Mini paper ini. Mini paper ini mengadaptasikan model pembelajaran peer teaching dalam pengembangan pendidikan seni tari. Irma Damajanti (Dalam Psikologi Seni, 2013 hal 13)…

Pengertian Sajak dalam Bahasa Sunda dan Contoh Sajak Sunda

Pengertian Sajak dalam Bahasa Sunda

Sajak nyaéta salah sahiji karya sastra nu mangrupa ébréhan tina sikap, jiwa jeung ékspresi pangarang. Wangun sajak kaasup kana wangun ugeran, tapi disusun sakarep pengarang (dikutip dari brainly.co.id).

Contoh Sajak Sunda

Sajak Pikeun Bapak

Saban isuk saban poe
Teu weleh lengkah anjeun terus maju
Sanajan tiis angin ngahiliwir, panas panonpoe nu ngagebra
Cur cai kesang balas kacape teu dirasa

Saban poe anjeun miang
Pinuh rasa ikhlas jeung kabungah
Ngorbankeun jiwa jeung raga
Pikeun kabagjaan kulawarga

Bapak,
Hampura kuring can bisa jadi kabungah
Bapak,
Sarupa cahya dina poek na hirup kuring

Teu weleh anjeun neuteup dina hate kuring
Kesang bapak, du'a jeung pamelang indung 
Baris nembragkeun cimata
Iwal kanyaah jeung du'a

Leuwih ti cukup pikeun kuring nyangharepan hirup


Tasikmalaya, Mei 2018
Annisa Anita D



Baca juga Tips Sukses Menghadapi Ujian

Baca juga Sedikit Tips Sidang Skripsi

Baca juga 7 Macam-macam Sikap yang Harus Diketahui



sumber gambar
https://www.artikelbe…

7 Macam-macam Sikap yang Harus Diketahui

Setiap orang tidak terlepas dari sikap yang mencerminkan bagaimana dirinya, Edward De Bono dalam bukunya yang berjudul "How to have a beautiful mind" menjelaskan 7 macam-macam sikap, sebagai berikut:
1.Petarung Sikap ini berarti melihat sebuah percakapan sebagai sebagai pertarungan antara dua kubu yang memiliki sudut pandang yang berbeda. Baginya yang paling penting adalah memenangkan pertarungan itu. Penjelahan suatu topik atau pengembangan ide-ide baru bukanlah hal penting. Di sana tidak ada belas kasihan, pihak yang kalah harus menerima kekalahan dengan jelas.
2. Permainan Ego Dalam permainan ini, sebuah diskusi dilihat sebagai sebuah arena untuk menunjukkan kekuatan ego masing-masing. Diskusi dan percakapan yang sedang berlangsung, ada hanya untuk didominasi. Pendominasian ini tidak dapat dicapai dalam sebuah 'mode pertarungan'. Justru sebaliknya, anda harus sering bersetuju dengan orang lain untuk mendapatkan sekutu. Selama anda terlihat sebagai sebuah karakter y…