Showing posts with label Cara Meliput. Show all posts
Showing posts with label Cara Meliput. Show all posts

Tuesday, January 30, 2018

Jenis-jenis dan Struktur Berita

Dalam menulis berita, seorang wartawan mengacu kepada nilai-nilai berita untuk kemudian dipadukan dengan unsur-unsur berita sebagai "rumus umum" penulisan berita, agar tercipta sebuah berita yang lengkap, Romli (2006). Unsur-unsur berita tersebut dikenal dengan 5W+1H, yaitu sebagai berikut:
What = Apa yang terjadi
Where = Dimana hal itu terjadi
When = Kapan peristiwa itu terjadi
Who = Siapa yang terlibat dalam kejadian tersebut
Why = Kenapa hal itu terjadi
How = Bagaimana peristiwa itu terjadi

Contoh:
Anggota Balai Jurnalistik ICMI Jabar (BATIC) (Who) melakukan kunjungan jurnalistik (What) ke Penerbit Rosda di Jl Ibu Inggit Ganarsih, Bandung (Where), Sabtu (24/05) (When). Kunjungan dimaksudkan untuk memahami proses kerja di sebuah penerbitan (Why). Para peserta dengan antusias mengikuti penjelasan yang diberikan pihak Rosda (How).



Baca juga Menulis Berita dan Teknik Reportase

Jenis-jenis danStruktur Berita
Dalam bukunya, Romli menjelaskan jenis-jenis berita yang dikenal di dunia jurnalistik, antara lain:
1. Straight News adalah berita langsung, apa adanya, ditulis secara singkat dan lugas. 
2. Depth News adalah berita mendalam yang dikembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan.
3. Investigation News adalah berita yang dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber.
4. Interpretative News adalah berita yang dikembangkan dengan pendapat atau penilaian wartawan berdasarkan fakta yang ditemukan.
5. Opinion News adalah berita mengenai pendapat seseorang, biasanya pendapat para cendekiawan, sarjana, ahli, atau pejabat mengenai suatu hal, peristiwa dsb.

Baca juga Jurnalistik: Cara Meliput dan Menulis Artikel

Lebih lanjut lagi Romli menjelaskan bahwa struktur berita khususnya berita langsung (Stright News) umumnya mengacu pada struktur piramida terbalik, yaitu memulai penulisan berita dimulai dengan mengemukakan fakta/data yang dianggap paling penting, kemudian diikuti bagian-bagian yang dianggap penting, kurang penting dst. Struktur berita selengkapnya menurut Romli, yakni (1) Judul (head); (2) Dateline (tempat dan waktu berita); (3) Teras berita (lead); (4) Isi berita (body).

Demikian jenis-jenis berita dan struktur berita, di dalam sebuah berita yang dikatakan layak atau dapat dimuat di media massa adalah berita yang memenuhi unsur 5W+1H. Penggunaan penulisan berita dengan sistem atau teknik Piramida Terbalik merupakan hukum mutlak dalam jurnalistik, hal tersebut memberi efisiensi kepada pembaca.







Referensi


Romli, Asep Syamsul. 2006 (cetakan ke-tujuh). Jurnalistik Praktis untuk Pemula: edisi revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Menulis Berita dan Teknik Reportase


Berita (news) merupakan sajian utama sebuah media massa di samping views (opini), Romli (2006). Lebih lanjut lagi Romli menjelaskan, tidak ada rumusan tunggal mengenai pengertian berita. bahkan,"News is difficult to define, because it involves many variabel factors," kata Earl English dan Clrarence Hach. Berita sulit di definisikan sebab ia mencakup banyak variabel. "Berita lebih mudah dikenali daripada diberi batasannya," timpal Irving Resenthall dan Marton Yarmen.

Ada 4 karakteristik utama sebuah berita agar dapat dipublikasikan di media massa dan layak muat, menurut Romli, yakni:
1. Cepat, yakni aktual atau ketepatan waktu, secara harfiah "news" berarti sesuatu yang baru "new";
2. Nyata (faktual), yakni informasi tentang sebuah fakta bukan fiksi atau karangan;
3. Penting, artinya menyangkut kepentingan orang banyak;
4. Menarik, artinya mengundang orang untuk membaca berita yang kita tulis.
Dapat kita simpulkan bahwa tidak semua peristiwa layak untuk dilaporkan atau dibuat berita apabila tidak memenuhi ke-empat unsur yang telah disampaikan di atas.

Teknik Reportase (Meliput Berita)

Teknik Reportase berarti proses mencari bahan berita. Romli (2006) menjelaskan bahwa mencari berita (news hunting, news getting, atau news gathering) disebut pula meliput bahan berita adalah salah satu tahap proses penyusunan naskah berita (news processing), selain proses perencanaan berita (news processing), proses penulisan naskah (news writting) dan proses penyuntingan naskah (news editing). Terdapat 3 teknik peliputan berita, sebagai berikut:
1. Reportase adalah kegiatan jurnalistik berupa meliput secara langsung ke lapangan. Mengunjungi tempat kejadian secara langsung lalu mengumpulkan fakta dan data seputas peristiwa tersebut dengan memenuhi unsur 5W+1H.
Dari segi substansi atau jenis peristiwa, reportase dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu beat system (sistem pencarian dan pembuatan berita yang mengacu pada bidang liputan) dan follow up system (teknik meliput berita dengan cara menindaklanjuti berita yang sudah muncul).

PENTING!
Ketika meliput penting untuk diperhatikan hal-hal berikut:
a. Kode etik jurnalistik
b. Fairness doctrine atau doktrin kejujuran yang mengajarkan mendapatkan berita yang benar
c. Cover both side atau News balance, yakni perlakuan adil terhadap semua pihak yang menjadi objek berita
d. Cek dan ricek yaitu meliputi kebenaran sebuah fakta atau data beberapa kali

2. Wawancara, pada hakikatnya semua jenis peliputan berita memerlukan proses wawancara (interview) dengan narasumber. Dengan tujuan menggali informasi, komentar, opini, fakta atau data mengenai permasalahan.


3. Riset Kepustakaan
Riset kepustakaan seringkali disebut juga studi literatur, yaitu teknik pengumpulan data dengan mencari klipping koran, makalah-makalah, artikel, koran, menyimak brosur atau menggunakan asilitas search engine di internet.




Referensi
Romli, Asep Syamsul. 2006 (cetakan ke-tujuh). Jurnalistik Praktis untuk Pemula: edisi revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya




Ordinary

7 Cara untuk Ibu Hindari Stunting: Penderita Stunting Indonesia 35,6% Melebihi Batas Maksimal

Hati-hati pada stunting terutama pasangan muda! Beberapa hal yang sederhana namun sangat penting dan berpengaruh acapkali diabaik...