Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Friday, July 07, 2017

Menjadikan Libur Semester Libur Produktif


Bagi yang sudah menjadi mahasiswa memasuki semester ganjil ini adalah masa-masa libur panjang. Jika dihitung-hitung bisa sampai dengan tiga bulan lamanya. Pertamanya pasti merasa happy karena akhirnya setelah lama disibukkan dengan kuliah rentetan tugas kuliah yang tidak jarang tugas yang meminta lembur kalau saja tidak pandai mengatur waktu antara kuliah, organisasi, dan hangout. Melalui hari-hari minggu pertama libur kamu pasti sudah menyiapkan schedule untuk sekedar bersantai atau sedikit malas-malasan, tapi lambat laun kamu akan merasa bosan sendiri ingin kembali ke rutinitas dan bertemu dengan teman-teman.
Ada sedikit tips menghadapi libur semester ini agar menjadi libur produktif. Jangan sampai waktu luang yang panjang ini diewatkan begitu saja tanpa jejak. Menikmati libur panjang untuk bersantai memang wajar, tapi tidak seharusnya full time kamu habiskan dengan kegiatan yang kurang bermanfaat.   Banyak hal yang bisa membuat libur panjangmu menjadi lebih produktif. Setidaknya momentu libur semester ini dapat kamu jadikan sebagai peluang untuk melahirkan karya dan menuangkan ide kreativitasmu. Apalagi jika rumahmu di pedesaan semakin banyak hal yang bisa kamu ulik, imajinasikan, dan karyakan sehingga memiliki nilai. Lebih bagus lagu jika pada akhirnya karyamu memiliki nilai jual atau setidaknya menambah pundi-pundi prestasimu dengan mengikuti berbagai lomba.
Untuk mengetahui berbagai macam ajang lomba kamu bisa membuka google atau website, di sana kamu bisa mencari dan memilih sesuai dengan passion kamu, desain, menulis, menggambar, fotograpi, ataupun seni grafis. Selain menambah pengalaman, menambah uang saku, melatih skill, dan tak kalah penting menambah prestasi kamu. Tidak dipungkiri, ketika mengikuti berbagai beasiswa, melanjutkan pendidikan S2, sampai dunia kerja, di sana akan ada kolom prestasi untuk kamu isi.

Berbeda halnya jika kamu adalah aktivis organisasi, ketika yang lain masih sedang menikmati libur panjang kamu harus kembali ke perantauan atau ke kampus untuk menggarap beberapa program menyambut momentum mahasiswa baru. Persiapan untuk Demo, persiapan A, B, sampai Z kamu mulai disibukkan dengan rapat. Meskipun demikian, kamu masih bisa menjadikan waktumu semakin produkti, dengan memanfaatkan waktu di sela-sela persiapan kamu bisa mengagendakan untuk memperkaya karya yang akan menambah pundi-pundi prestasimu.

Tuesday, June 13, 2017

Sedikit Tips : Sidang Skripsi?


Sidang skripsi? Tinggal menghitung hari, jam, bahkan detik, wah gimana ya?    Apa saja yang harus disiapkan? Tanya kakak tingkat yang sudah berpengalaman, mendadak chat sana-sini dalam hitungan per second beberapa pesan terkirim.
Setidaknya deretan pertanyaan tersebut berulang kali singgah dalam pikiran anda. Tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali hal yang berkecamuk dalam pikiran. Parahnya lagi pikiran-pikiran itu seolah menggerogoti pagi, siang, dan malam.  Bagaimana jika seandainya pengujinya galak? Bagaimana jika saya diminta mempraktikan atau mengajar sesuai penelitian saya (jika PTK misalnya) saat sidang? Bagaimana jika tugas akhir saya di tolak oleh penguji?
Hal-hal tersebut bisa berarti “iya” bisa juga berarti “tidak”. Berbagai macam kemungkinan pasti ada. Namun semua kembali kepada anda sendiri sebagai nakhoda. Anda yang punya kendali penuh untuk kelancaran sidang skripsi berhasil melaluinya dengan kesan yang mengagumkan, setidaknya untuk anda sendiri.
Untuk menjawabnya berikut saya sampaikan sedikit tips untuk “sidang skripsi” yang sudah menanti anda di bibir pintu.
1.    Sempurnakan Script Skripsi Anda
Jangan lupa apalagi sampai pura-pura lupa. Sudahlah anda mengaku saja, berapa kali skripsi anda di revisi oleh dosen pembimbing? Yang direvisinya hanya satu atau dua kali, itu sih keterlaluan. Artinya patut dipertanyakan, jangan-jangan anda jarang bimbingan.
Well, ini yang sangat penting dari semua proses bimbingan. Sebaiknya ketika anda bimbingan skripsi, anda perlu siapkan recorder atau setidaknya anda mencatat setiap poin penting yang disampaikan oleh dosen pembimbing. Bukan saja hanya manggut-manggut sambil senyum-senyum yang entah apa maknanya, apakah mengerti atau sudah tidak ingin lagi mendengar panjang kali lebar kali tinggi saat dosen pembimbing berbicara. Jangan sampai, anda datang bimbingan hanya untuk formalitas biar cepat “kelar”. Its not fair for yourself, sangat merugikan jika anda terjebak ingin cepat selesai tanpa menjadi bagian terhebat dalam proses.
Kenapa harus di record? Pernahkah anda berpikir sesuatu di balik untaian panjang dan coretan yang mewarnai script skripsi anda? Well, sebelumnya saya ingatkan jangan pernah kenal ‘malas’ untuk merevisi skripsi anda. Di record, pertama karena anda manusia yang tidak akan mengingat dengan sempurna setiap poinnya, kedua revisi itu adalah titik balik untuk penyempurnaan script skripsi anda.
So, please...keep seriously akrabi revisi agar script skripsi anda menjadi “siap”. Terpikirkan tidak? Jika anda benar-benar menyelesaikan revisi dan skripsi anda benar-benar siap, penguji tidak akan menggeleng atau berhenti di setiap halamannya. So, perfectly. Ini menjadi indikator kelancaran sidang anda. Jangan membuat masalah dan mengundang pertanyaan pedas penguji apalagi mengundang pertanyaan yang membingungkan karena kesalahan sepele yang disebabkan kurangnya kemauan anda untuk menyelesaikan secara utuh.
2.    Kuasai Roadmap Penelitian
Ketika sidang, anda akan menerima pertanyaan dari penguji. Dan pertanyaan tersebut tidak lepas berkaitan dengan penelitian anda. Jadi, sesuatu yang mutlak anda harus benar-benar memahami penelitian anda. Setidaknya anda harus pahami dan kuasai roadmap penelitian anda. Sebagai alternatifnya apakah anda sudah benar-benar memahami penelitian, buatlah pertanyaan 5 W + 1 H untuk penelitian anda. Jika anda mampu menjawab dengan luwes, exactly !  Anda sudah memahami penelitian anda, dan ini sangat penting sebagai modal kelancaran sidang skripsi anda.
3.    Sebaiknya Persiapkan Alat Bukti atau Instrumen yang berkaitan dengan Penelitian Anda
“Sebaiknya” artinya bila perlu atau boleh ya boleh tidak tergantung kepada anda sendiri. Kenapa harus mempersiapkan alat bukti atau instrumen? Karena pada kenyataannya hari ini kita berbicara harus dengan bukti. Misalnya, penelitian saya melibatkan buku bahan ajar di Thailand atau buku bahan ajar dari Malaysia, maka anda jangan lupa pada saat sidang bawalah buku tersebut. Sehingga ketika penguji bertanya, pada saat itu juga anda dapat menyampaikan secara langsung. Toh disisi lain menjadi nilai plus bahwa anda memang benar-benar menyiapkan secara matang dan sangat siap untuk mengikuti sidang skripsi yang akan menjadi titik balik di hidup anda.
4.    Buatlah list Pertanyaan
Untuk membuat anda semakin siap, dan tidak sekedar mengawang-awang ambil pena dan tuliskan list pertanyaan yang kemungkinan akan ditanyakan oleh penguji. Kemudian, berikan atau tuliskan jawaban terbaik dari setiap pertanyaan yang sudah anada buat. Setidaknya, list pertanyaan ini menambah persentase persiapan anda untuk lebih matang dan menjawab dengan mantap setiap pertanyaan maupun pernyataan penguji saat sidang.
5.    Kenali Penguji
Sebelum pelaksanaan sidang, tentunya pihak universitas akan mempublish jadwal sidang anda lengkap dengan tempat dan nama-nama pengujinya. Ini kesempatan yang seringkali tidak disadari. Cek jadwal sidang, cek siapa yang akan menjadi penguji anda. Selanjutnya, setelah anda mengetahui siapa penguji anda, kenali bagaimana karakteristiknya, cara dan sudut pandang berpikirnya. Darisana anda dapat menyiapkan diri anda sebaik mungkin untuk menghadapi penguji berikut dengan pertanyaan dan pernyataan yang siap menyerbu anda. Well, anda tidak usah khawatir jika anda bisa mengenalinya. Seperti sebuah pepatah tak kenal maka tak …. Jadi, sebaiknya tidak ada salahnya anda mengenal penguji anda.
6.    Kuasai Suasana Sidang
Stop! Mulai sekarang berhenti berpikir underestimate. Suasana sidang tidak seseram dan semenagangkan yang anda bayangkan. Kecuali jika anda sendiri yang tidak siap, jangan tanya pasti rasanya seperti malaikat maut menjemput. Ada yang menyelesaikan sidang skripsi selama 1 jam, 1.5 jam, 40 menit, atau seperti saya saat sidang kurang lebih hanya 35 menit saja. Dan tidak menegangkan apalagi seseram, separno yang digembar-gemborkan. Everything is well, karena saya siap untuk sidang. Berpikir positif dan siapkan benar-benar sampai anda merasa siap dan yakin bahwa anda layak untuk dinyatakan lulus Sidang Yudisium dengan peringkat A. Why not?
7.    Kuasai Diri Anda
Ini yang paling fundamental! Bisa membuat sidang anda berhasil atau bahkan kacau. Sikap dan bagaimana anda menyikapi itu sangat penting. Kontrol diri anda, kontrol emosi anda, dan kontrol etika anda.

Semoga berhasil!               

Monday, February 27, 2017

Dilema Kulminasi Mahasiswa Tingkat Akhir?

sumber: http://pgsd-tasikmalaya.upi.edu/
Berikut ini artikel saya mengenai mahasiswa tingkat akhir yang sedang sibuk-sibuk dan dilemanya menyusun tugas akhir dengan sejuta halangan yang menguji dan mencoba.


artikel ini telah di publikasikasikan di laman resmi Prodi PGSD Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya.




Dilema Kulminasi Mahasiswa Tingkat Akhir?


Semester 7 adalah gerbang menuju titik kulminasi mahasiswa tingkat akhir. Satu per satu mulai membayangi tentang hiruk pikuknya kesibukan sebagai mahasiwa tingkat akhir. Tugas akhir? Stop! Berhenti bertanya. Jangan lanjutkan. Seolah seperti momok yang menakutkan, rasanya telinga menjadi lebih sensitif ketika disinggahi petanyaan “sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir ya?” atau “bagaimana rencana tugas akhirnya?”.



Apalagi bagi mahasiswa yang notabene-nya aktif menggunakan media sosial terutama internet. Tengok timeline BBM atau Instagram ada yang memposting tentang mahasiswa tingkat akhir dan segala kesibukannya pun dengan perjuangan menyelesaikan tugas akhir sarjana, bawaannya menjadi “baper” (baca: bawa perasaan). Alhasil menjadi triple ekstra sensisitif.



Responsif Dilema Mahasiswa

Sebagian mahasiswa yang menyandang status sebagai mahasiswa tingkat akhir mulai mengencangkan ikatan dengan mempersiapkan berbagai hal. Seperti menyiapkan rencana penelitian tentang tugas akhir, mulai memikirkan apa yang akan menjadi masalah atau subjek penelitian, atau sekedar “kepo” dengan bertanya-tanya bagaimana prosedural kepada bagian akademik atau prodi maupun bertanya-tanya kepada kakak tingkat yang sudah lulus melalui akun sosial.


Sedangkan bagi sebagian lagi, ada yang masih bersikap acuh tak acuh dan memilih tutup telinga atau menghindar ketika ditanya tentang status sebagai mahasiswa akhir dan rencana tugas akhir. Pokoknya “gimana nanti saja”. Sebaiknya hal ini harus dihindari dan jangan ditiru. Mulailah berpikir “nanti bagaimana?” bukan sebaliknya seperti pilihan pada umumnya “gimana nanti saja”.



Mulailah Eksekusi

Sedikit demi sedikit lakukan eksekusi untuk setiap mimpi dan masa depan. Sebagai mahasiswa tingkat akhir mau tidak mau, siap tidak siap tentu pasti akan menjalaninya. Jangan sampai anda hanya “melewatinya” saja, melainkan “menjalaninya” mengapa? Karena dalam menjalaninya anda tidak hanya menghadapinya dan melewatkan secara cuma, ada dan banyak pelajaran terbaik yang diperoleh.


Mulailah dari hal-hal kecil, seperti pola atau kebiasaan menjadi kebiasaan yang sehat, baik, bermanfaat dan menjanjikan. Biasakan untuk tidur tidak melewati larut malam dan terbangun di sepertiga malam atau sebelum subuh menjelang. Kesehatan tak kalah penting, jagalah pola hidup sehat. Karena tanpa badan yang sehat tidak akan tercipta akal dan pikiran yang digunakan secara jernih atau untuk sekedar berpikir.



Mahar Tugas Akhir Sarjana

Mulai rapihkan file-file di komputer dan buat folder baru dengan judul “Mahakarya tugas akhir” atau yang lebih spektakuler “Mahar tugas akhir sarjana”. Pertama azzam, niatkan yang benar kemudian buatlah target capaianmu. Ambil kertas atau klik stiky note di komputer dan mulailah menulis list progress capaianmu. Sedikit demi sedikit tidak akan ada yang sia-sia biarpun “pasti” akan menemui kegagalan demi kegagalan, tapi jangan takut!


Jangan takut karena anda bukan sedang memutuskan keputusan terbesar dalam hidupmu untuk menikah misalnya. Anda hanya sedang mulai masuk dan menjalani dilema dan romantika sebagai mahasiswa tingkat akhir. Yang tercepat menyelesaikan studi akhirnya bukan berarti kualitasnya buruk pun bagi yang terlambat menyelesaikan tugas akhirnya bukan berarti buruk pula. Hindari mindset seperti itu dan berhenti berpikir underestimate. Namun, tentu saja menyelesaikan tugas akhir dengan kualitas terbaik dalam waktu yang cepat itu lebih baik dan harus diperhitungkan.



Harga yang harus Anda Bayar

Karena kebaikan tidak baik untuk ditunda, segerakanlah dan untuk hasil yang optimal ada harga yang harus anda bayar untuk itu. Hasil yang optimal dan kualitas terbaik tentu tidak diperoleh dengan percuma,ingat selalu "ada perjuangan yang tidak sedikit, ada peluh dan mimpi yang bertaruh, ada hal yang lebih tidak menyenangkan dari kepahitan saat mencapainya. Anda harus siap membayar sebesar mimpi yang anda targetkan, yang anda inginkan".


Jangan pernah berpikir yang penting jadi “skripsi” dan kemudian selesai. Jangan pernah bangga karena anda hanya mendapat satu atau beberapa kali revisi saja. Jangan terlalu bahagia saat anda mendapatkan tanda tangan dosen dengan mudahnya. Karena anda baru saja kehilangan sebuah proses dari bagian mimpi masa depan anda.



Bersyukurlah jika anda mendapatkan banyak arahan dan bimbingan dari dosen pembimbing, jangan mengeluh karena anda baru saja memulai proses penting, tentu dalam hal ini dibutuhkan kepekaan dan bagaimana menyerap serta memfilter apa-apa saja yang telah diarahkan kepada anda, sekali lagi jangan sampai mengeluh! Ini proses penting yang terlalu mahal untuk dilewatkan.



Tidak salah jika seharusnya anda pun berpikir mengapa anda dengan mudah memperoleh tanda tangan atau persetujuan dari dosen, pertama “skripsimu terlalu biasa atau biasa saja” dan kedua “usahamu kurang dalam membangun chemistry”. Jangan sampai anda asal jadi membuat skripsi yang penting jadi dan lulus memperoleh gelar sarjana tapi realitanya “nol”. Melalui skripsi yang sedang anda capai, apa yang ingin anda sampaikan? Apa yang ingin anda tunjukkan? Apa yang berbeda dari skripsi anda? Ekspresikan, dan buat terus capaiannya.



Ordinary

7 Cara untuk Ibu Hindari Stunting: Penderita Stunting Indonesia 35,6% Melebihi Batas Maksimal

Hati-hati pada stunting terutama pasangan muda! Beberapa hal yang sederhana namun sangat penting dan berpengaruh acapkali diabaik...